Diduga Ada Diskriminasi di BPBD Kota Medan
KORAN INDEPENDEN || Medan, Adanya duugaan diskriminasi di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan terungkap ada nya muncul 2 Surat rekomendasi penyesuaian/Inpassing Jabatan Fungsional Analis Kebencanaan di BPBD Kota Medan.
Dari sumber yang di dapat ( tidak mau disebut nama nya ) awak media dari lapangan menerangkan bahwa beliau pertama sekali mendapat Surat Pengangkatan Jabatan / Pangkat dari Link yang Menyatakan dirinya Lulus dalam seleksi ujian kenaikan Pangkat/ jabatan.
Saya senang sekali ada 10 Orang kami lulus seleksi ujian Pengangkatan Kenaikan Jabatan. Tapi 2 hari kemudian saya mendapat kabar hanya tinggal 9 yang lulus, saya coba cari Informasi ke BKPSDM Kota Medan, katanya Memang saya lulus tapi kenapa tiba tiba hilang nama saya, koba tanya pimpinan ibu kata Pihak BKPSDM Kota Medan.
Saya boba telusuri dan saya mendapat surat yang sama dan tanggal yang terbit nya di buat dalam bentuk File PDF. Saya tidak ada Mendapat surat Pemberitahuan tidak jadi Lulus ataupun Surat Penjelasan mengapa nama saya Tiba-tiba Hilang/di Hapus dari Surat Pengangkatan Jabatan.
Sakit loh Saya merasa didzolimi. Saya berjuang dalam ujian Kenaikan Jabatan, Bayangkan Pada tanggal 29 Juni 2026 jam 23.12 malam Ibu bunga BNPB Pusat menelpon saya supaya membuat SPT ditanggal dan di tahun mundur terus saya bilang pada saat kantor BPBD Kota Medan banjir, jadi berkas berkas terendam dan Ibu bunga bilang agar di ketik balik dan buat tanggal dan tahun mundur dan diteken oleh Kabid aja.
Ditanggal 2 juli saya Via WhatsApp pribadi (Wapri) sama Pak Kabid tapo pak Kabidnya tidak merespon Wapri saya. Besok nya sekitar jam makan siang saya menjumpai pak Kabid dikantor dengan membawa map berisi SPT yang harus disegerakan dikirim ke BNPB Pusat dan harus segera diteken oleh kabid, tapi apa jawaban pak Kabid sama saya, nanti dulu asam lambung saya kambuh dan saya terdiam dan tidak mau memaksa Kabid dikarenakan sakit asam lambungnya kambuh, itu padahal saya sudah menjelaskan dan bermohon sekali sama Kabid agar ditanda tangani karena harus dikirim segera dan sekitar jam 3 Kabid menyuruh Riki menghubungi saya agar supaya mengirim SPT yg mau ditanda tangani pakai pdf dan itu saya laksanakan dan Riki pun segera mengirim ke pak Kabid tapi apa terjadi saya disuruh menghubungi pak Kabid dan itu saya lakukan dan saya jelaskan dan ternyata pak Kabid menyuruh jumpai pak sekretaris.
Besok hari nya saya mau jumpai pak Kabid tapi pak Kabid nya udh mau pulang dan supirnya bilang jangan dulu Bu Karena belum sehat kali pak Kabid, padahal berkas harus dikirim segera Karena saya bermohon sama Ibu bunga untuk di kasih waktu, dikarenakan belum di tanda tangani kabid.akhirnya dengan rasa sedih dan menangis akhirnya saya pergi ke fotocopy menyuruh mencontohkan tanda tangan Kabid yg ada tanda tangan sewaktu berkas pertama di tanda tangani, dan saya minta sama orang fotocopy utk mengcrom tanda tangan kabid dan saya kirim cepat-cepat takut jaringan wifi tidak lancar, dan sayapun langsung mengirim ke BNPB utk dikoreksi kembali yg saya buat.
Saya sangat Kecewa, Hasil kerja keras Saya untuk dapat naik Jabatan didzolimi tanpa ada Surat Pemberitahuan dan Kejelasan nya Hingga nama saya yang sudah terdaftar tiba tiba hilang/dihapus dari Kenaikan Jabatan.
Saya Mohon Buat Bapak Presiden, BNPB Pusat Jakarta, Menteri PANRB, Bapak Wali Kota Medan Agar Di Perhatikan, saya minta Keadilan.